14 Apr 2010
Halo Prasetya Mulya!

Akhirnya niat tim Wajah Femina 2010 (WF 2010) mendatangi Prasetiya Mulya, Business School di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, tercapai juga. Sore itu femina tidak datang sendiri, tapi ditemani oleh Erwin Parengkuan, mentor public speaking dari Talk Inc. School for presenter & MC, dan Arin Ananto, pemenang ke tiga Wajah Femina 2007. Sekitar seratusan mahasiswa terlihat memadati ruang auditorium untuk mengikuti “kelas” singkat pede berbicara di depan umum dan kiat menembus ketatnya persaingan di dunia entertainment.
Berbeda dari tahun sebelumnya, WF tahun ini tidak hanya mencari talent modeling saja, tetapi juga bintang di dunia entertainment. Oleh karena itu, kategori pemenang pun bertambah, yaitu The Best Acting, The Best Modeling, dan The Best Catwalk. “Saya ingin sekali mendaftar, tapi tinggi saya kurang,” ungkap Amelia, mahasiswa ekonomi semester 4 yang beberapa kali mengintip booth pemotretan femina. Keragu-raguan Amelia ini segera ditepis oleh Jatu Anggraeni, Redaktur Pelaksana Mode & Kecantikan Femina. “Percaya diri dan mau belajar adalah dua syarat mutlak yang harus dimiliki pendaftar. Tidak masalah jika tinggi badan kurang 3 cm atau bobot tubuh melebihi ketentuan. Kalau Anda yang kami inginkan, Anda tetap bisa lolos seleksi,” yakin Jatu.
Dalam testimoninya, Arin menambahkan, bahwa ketika mendaftar Wajah Femina, bobot tubuhnya 11 kilo lebih berat dari sekarang. “Wajah Femina berhasil membuat saya menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan terpacu untuk terus mengembangkan potensi diri,” jelasnya. Acara roadshow WF 2010 sore itu ditutup oleh penjelasan Erwin tentang pentingnya penggunaan suara perut dalam public speaking. “Berbicara dengan suara kerongkongan akan membuat suara Anda terdengar cempreng. Sayang, kan, cantik-cantik tapi suaranya cempreng,” gurau Erwin saat melatih peserta memakai suara perut.